~PrOFiLe~
2gie
Batavia
Hari ke Dua Puluh Enam
Bulan Pertama
198....
Tinggal daerah Senayan
Lulusan ADvertising
Football, Design Graphic, Advertising, ngeBlog





My Fotopages

Curahan Hati

Design Collection


PENGHARGAAN


KARYAKU (Karikata Kompas Awards 2004)
   

<< May 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


K@w@N-K@w@N Bl0ggEr M@nI@

nYaNa
Ruli
CuPiD GiRL
rArA
dd NaBiLa
EllYa
ZeNiT
WiNdA
TyO




If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed










 
May 4, 2005
Penduduk Madagaskar Berasal Dari Kalimantan ?
Orang-orang Malagasy yang menghuni Madagaskar ternyata membawa gen nenek moyangnya dari Afrika Timur yang berdekatan, serta dari Kalimantan yang jaraknya jauh. Hal ini menimbulkan dugaan adanya migrasi besar-besaran dari Asia kembali ke Afrika sekitar 2.000 tahun lalu.

Menurut penelitian genetis yang dilakukan para peneliti Inggris, temuan ini cocok dengan kenyataan bahwa bahasa Malagasy memiliki dialek yang lebih mirip dengan dialek orang-orang Indonesia dibanding lidah orang Afrika. Meski begitu, masih menjadi pertanyaan bagaimana orang-orang Kalimantan bisa datang ke Madagaskar.


Pertanyaan ini wajar mengingat Madagaskar - sebuah pulau besar di Samudra Hindia - berjarak 6.400 kilometer dari Indonesia, sementara dari pantai Afrika, ia hanya terpisah 400 kilometer.

Isolasi alam terhadap Madagaskar telah membuat hewan-hewan di sana berevolusi secara unik, sehingga banyak hewan yang tidak dijumpai di tempat lain, seperti lemur dan burung-burung langka.

Adapun mengenai darah Kalimantan dalam penduduk Malagasy, para peneliti genetik dari universitas Cambridge, Oxford dan Leicester, mendapatkannya setelah mereka meneliti kromosom-kromosom Y pada penduduk Madagaskar yang diturunkan tanpa perubahan dari ayah ke anak. Mereka juga meneliti mitochondrial DNA, yang diturunkan langsung dari ibu ke anak-anaknya.

Sedikitnya mutasi pada dua bentuk DNA tersebut memberikan semacam petunjuk genetik yang bisa dipakai para ilmuwan untuk melacak migrasi mereka serta garis-garis keturunannya. Hasilnya sungguh di luar dugaan, karena penduduk Malagasy ternyata memiliki gen serupa dengan yang ditemukan pada orang-orang Kalimantan.

"Ini didukung dengan kemiripan dialek mereka. Bahasa asli yang dipakai orang-orang Malagasy di Madagaskar mirip seperti bahasa Maanyan yang dipakai di Kalimantan bagian selatan," kata Matthew Hurles, dari Wellcome Trust Sanger Institute at Cambridge, yang ikut serta dalam penelitian.

"Penduduk Malagasy sendiri secara umum merupakan campuran dua kelompok nenek moyang, yakni orang Indonesia dan Afrika Timur," lanjutnya. "Nenek moyang ini telah membaur selama berabad-abad, sehingga penduduk Madagaskar saat ini memiliki darah Indonesia dan Afrika."

Penemuan di atas juga menimbulkan dugaan adanya migrasi besar dari Asia tenggara ke Afrika antara 1.500 hingga 2.000 tahun lalu, ungkap para peneliti dalam tulisan di American Journal of Human Genetics. (Rtr/wsn)


sumber kompas

Posted at 04:46 pm by toge

Johanes
November 13, 2009   04:47 AM PST
 
Mungkin... perlu dipertimbangkan pula bahwa wilayah Madagaskar merupakan bagian daerah jajahan Belanda . Penguasa Belanda memiliki daerah perkebunan dan pertambangan yang memerlukan tenaga penggarap dalam jumlah relatif banyak. Untuk memenuhi itu, Belanda mengirimkan tenaga-tenaga kerja dari wilayah jajahannya yang memiliki banyak penduduknya. Entah bagaimana cara Belanda memenuhi kebutuhan itu. Namun, seperti sejarah nasional yang pernah kita pelajari bahwa Belanda pernah mengirimkan para tawanan perangnya ke pulau Madagaskar. Lalu, apakah orang Banyadu termasuk dalam kelompok orang yang dikirimkan itu ? Tampaknya, orang Banyadu memiliki kemungkinan dalam kelompok itu karena wilayah Borneo termasuk bagian jajahan Belanda. Ditambah dengan keterangan bahwa orang Banyadu cenderung " gemar " merantau ke daerah - daerah lain , paling tidak sebagai tenaga kerja di ladang atau sebagai " dukun " untuk mengobati orang di daerah itu .
Johanes
November 13, 2009   04:46 AM PST
 
Mungkin... perlu dipertimbangkan pula bahwa wilayah Madagaskar merupakan bagian daerah jajahan Belanda . Penguasa Belanda memiliki daerah perkebunan dan pertambangan yang memerlukan tenaga penggarap dalam jumlah relatif banyak. Untuk memenuhi itu, Belanda mengirimkan tenaga-tenaga kerja dari wilayah jajahannya yang memiliki banyak penduduknya. Entah bagaimana cara Belanda memenuhi kebutuhan itu. Namun, seperti sejarah nasional yang pernah kita pelajari bahwa Belanda pernah mengirimkan para tawanan perangnya ke pulau Madagaskar. Lalu, apakah orang Banyadu termasuk dalam kelompok orang yang dikirimkan itu ? Tampaknya, orang Banyadu memiliki kemungkinan dalam kelompok itu karena wilayah Borneo termasuk bagian jajahan Belanda. Ditambah dengan keterangan bahwa orang Banyadu cenderung " gemar " merantau ke daerah - daerah lain , paling tidak sebagai tenaga kerja di ladang atau sebagai " dukun " untuk mengobati orang di daerah itu .
Johanes
November 13, 2009   04:45 AM PST
 
Mungkin... perlu dipertimbangkan pula bahwa wilayah Madagaskar merupakan bagian daerah jajahan Belanda . Penguasa Belanda memiliki daerah perkebunan dan pertambangan yang memerlukan tenaga penggarap dalam jumlah relatif banyak. Untuk memenuhi itu, Belanda mengirimkan tenaga-tenaga kerja dari wilayah jajahannya yang memiliki banyak penduduknya. Entah bagaimana cara Belanda memenuhi kebutuhan itu. Namun, seperti sejarah nasional yang pernah kita pelajari bahwa Belanda pernah mengirimkan para tawanan perangnya ke pulau Madagaskar. Lalu, apakah orang Banyadu termasuk dalam kelompok orang yang dikirimkan itu ? Tampaknya, orang Banyadu memiliki kemungkinan dalam kelompok itu karena wilayah Borneo termasuk bagian jajahan Belanda. Ditambah dengan keterangan bahwa orang Banyadu cenderung " gemar " merantau ke daerah - daerah lain , paling tidak sebagai tenaga kerja di ladang atau sebagai " dukun " untuk mengobati orang di daerah itu .
Johanes
November 13, 2009   04:43 AM PST
 
Mungkin... perlu dipertimbangkan pula bahwa wilayah Madagaskar merupakan bagian daerah jajahan Belanda . Penguasa Belanda memiliki daerah perkebunan dan pertambangan yang memerlukan tenaga penggarap dalam jumlah relatif banyak. Untuk memenuhi itu, Belanda mengirimkan tenaga-tenaga kerja dari wilayah jajahannya yang memiliki banyak penduduknya. Entah bagaimana cara Belanda memenuhi kebutuhan itu. Namun, seperti sejarah nasional yang pernah kita pelajari bahwa Belanda pernah mengirimkan para tawanan perangnya ke pulau Madagaskar. Lalu, apakah orang Banyadu termasuk dalam kelompok orang yang dikirimkan itu ? Tampaknya, orang Banyadu memiliki kemungkinan dalam kelompok itu karena wilayah Borneo termasuk bagian jajahan Belanda. Ditambah dengan keterangan bahwa orang Banyadu cenderung " gemar " merantau ke daerah - daerah lain , paling tidak sebagai tenaga kerja di ladang atau sebagai " dukun " untuk mengobati orang di daerah itu .
Kamang layo
August 31, 2009   08:50 PM PDT
 
Maaf salah ketik
terketik 200an tahun
seharusnya 2000an tahun
Kamang layo
August 31, 2009   08:49 PM PDT
 
Maaf salah ketik
terketik 200an tahun
seharusnya 2000an tahun
Kamang layo
August 31, 2009   08:46 PM PDT
 
Apa yang dikatakan oleh para ahli tersebut sangat pantas diacung jempol. betapa tidak, selama ini kebanyakan orang indonesia pasti meragukan bahwa kenapa orang Dayak bisa sampai ke madagaskar? padahal dalam pengetahuan kebanyakan orang indonesia , orang Dayak adalah etnis yang tinggal di pedalaman kalimantan,kok bisa sampai ke madagaskar? jadi sangat sulit diterima akal mereka. jika saja mereka banyak mempelajari sejarah etnis Dayak maka mereka tentu akan memakluminya. Perlu diketahui Bahwa sebelum agama islam datang ke indonesia. orang Dayak seperti kebanyakan orang indonesia lain yaitu suku bangsa yang berkebudayaan maritim alias pelaut. namun sejak datangnya agama islam, sebagian besar orang Dayak memilih menyusuri sungai sampai kehulu ( masuk ke pedalaman ) hali itu dilakukan adalah semata-mata agar kebudayaan Dayak tetap asli tidak bercampur dengan ajaran islam yang mengenal adanya ajaran Haram terhadap makanan. agama-agama sebelum islam seperti hindu dan buda di terima oleh orang Dayak. tapi berbeda dengan islam yang sangat tidak memungkinkan untuk diikuti. karena itulah garis besar kebudayaan Dayak sekarang merupakan kombinasi unsur hindu dan anismisme serta dinamisme. orang madagaskar merupakan keturunan etnis Dayak maanyan di kalimantan yang berlayar ke madagaskar 200an tahun yang lalu. sebenarnya pelayaran orang Dayak tidak hanya ke madagaskar tapi juga sampai di taiwan. di taiwan ada salah satu penduduk aslinya yang berbahasa Dayak Banyadu kalimantan barat, hal ini bisa diduga karena sebelum islam Datang Orang Dayak banyadu masih tinggal di pesisir daerah pontianak dan sekitarnya, namun sejak islam Datang orang banyadu menyusur sungai landak dan masuk ke sungai banyuke yang saat itu belum ada namanya. nama banyuke sendiri berasal dari nama lain orang Dayak Banyadu.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry